Sunday, July 27, 2014

Ramadhan

Amal dan Penerimaan

Suka untuk berkongsi satu catatan dari ex-roomate:

Bisa jadi Allah mudahkan bagi seseorang melakukan ketaatan. Tetapi Allah tidak memudahkan qabul baginya.
Karenanya, sempurnakanlah segala amal shaleh yang telah selesai dilaksanakan dengan permohonan tiada henti kepada Allah agar amal tersebut diterimaNya.

Memperbanyak ibadah adalah penting. Tetapi menjadikannya maqbul disisi Allah jauh lebih penting.

Bisa jadi Allah taqdirkan seorang hamba jatuh kepada sebuah dosa, tapi dosa itu kemudian menjadi penyebab ia kembali total kepada Allah, mengangkatnya ke puncak kemuliaan disisiNya.

Sebuah maksiat yang mewariskan kehinaan diri dan kehancuran hati kehadapan Allah, lebih baik dari pada ketaatan yang berbuah keangkuhan dan kesombongan.

Ibadah dan ketaatan kepada Allah mestinya berbuah penghambaan diri, kerendahaan hati, kekhusyukan dan kepatuhan kepada Allah.

Berakhirnya ramadhan dengan berbagai ibadah dan amal shaleh, mengantarkan kita kepada masa pembuktian diterimanya amal.

Pendahulu-pendahulu kita yang shaleh mengajarkan bahwa diantara tanda-tanda diterimanya ketaatan adalah taat lagi setelah itu.

~Ust. Irsyad Syafar~


Friday, July 26, 2013

Syair Al-Imâm Asy-Syâfi’i Rahimahullâh tentang Hikmah


دَعِ الأَيَّامَ تَفْعَل مَا تَشَاءُ ** وَطِبْ نَفْساً إذَا حَكَمَ الْقَضَاءُ

“Biarkanlah hari demi hari berbuat sesukanya ** Tegarkan dan lapangkan jiwa tatkala takdir menjatuhkan ketentuan (setelah diawali dengan tekad dan usaha).”

وَلا تَجْزَعْ لِنَازِلَةِ اللَّيَالِـي **  فَمَا لِـحَوَادِثِ الدُّنْيَا بَقَاءُ

“Janganlah engkau terhenyak dengan musibah malam yang terjadi ** Karena musibah di dunia ini tak satu pun yang bertahan abadi (musibah tersebut pasti akan berakhir).”

وكُنْ رَجُلاً عَلَى الْأَهْوَالِ جَلْدًا ** وَشِيْمَتُكَ السَّمَاحَةُ وَالْوَفَاءُ

“(Maka) jadilah engkau lelaki sejati tatkala ketakutan menimpa ** Dengan akhlakmu; kelapangan dada, kesetiaan dan integritas.”

وإنْ كَثُرَتْ عُيُوْبُكَ فِيْ الْبَرَايَا ** وسَرّكَ أَنْ يَكُونَ لَها غِطَاءُ

“Betapapun aibmu bertebaran di mata makhluk ** Dan engkau ingin ada tirai yang menutupinya.”

تَسَتَّرْ بِالسَّخَاء فَكُلُّ عَيْبٍ ** يُغَطِّيْهِ كَمَا قِيْلَ السَّخَاءُ

“Maka tutupilah dengan tirai kedermawanan, karena segenap aib ** Akan tertutupi dengan apa yang disebut orang sebagai kedermawanan.”

وَلَا تُرِ لِلْأَعَادِيْ قَطُّ ذُلًّا ** فَإِنَّ شَمَاتَةَ الْأَعْدَا بَلَاءُ

“Jangan sedikitpun memperlihatkan kehinaan di hadapan musuh (orang-orang kafir) ** Itu akan menjadikan mereka merasa di atas kebenaran disebabkan berjayanya mereka, sungguh itulah malapetaka yang sebenarnya.”

وَلَا تَرْجُ السَّمَاحَةَ مِنْ بَخِيْلٍ ** فَما فِي النَّارِ لِلظْمآنِ مَاءُ

“Jangan pernah kau berharap pemberian dari Si Bakhil ** Karena pada api (Si Bakhil), tidak ada air bagi mereka yang haus.”

وَرِزْقُكَ لَيْسَ يُنْقِصُهُ التَأَنِّي ** وليسَ يزيدُ في الرزقِ العناءُ

“Rizkimu (telah terjamin dalam ketentuan Allâh), tidak akan berkurang hanya karena sifat tenang dan tidak tergesa-gesa (dalam mencarinya) ** Tidak pula rizkimu itu bertambah dengan ambisi dan keletihan dalam bekerja.”

وَلاَ حُزْنٌ يَدُومُ وَلاَ سُرورٌ ** ولاَ بؤسٌ عَلَيْكَ وَلاَ رَخَاءُ

“Tak ada kesedihan yang kekal, tak ada kebahagiaan yang abadi ** Tak ada kesengsaraan yang bertahan selamanya, pun demikian halnya dengan kemakmuran. (Beginilah keadaan hari demi hari, yang seharusnya mampu senantiasa memberikan kita harapan demi harapan dalam kehidupan)”

إذَا مَا كُنْتَ ذَا قَلْبٍ قَنُوْعٍ ** فَأَنْتَ وَمَالِكُ الدُّنْيَا سَوَاءُ

“Manakala sifat Qanâ’ah senantiasa ada pada dirimu ** Maka antara engkau dan raja dunia, sama saja (artinya: orang yang qanâ’ah, senantiasa merasa cukup dengan apa yang diberikan Allâh untuknya, maka sejatinya dia seperti raja bahkan lebih merdeka dari seorang raja)

وَمَنْ نَزَلَتْ بِسَاحَتِهِ الْمَنَايَا ** فلا أرضٌ تقيهِ ولا سماءُ

“Siapapun yang dihampiri oleh janji kematian ** Maka tak ada bumi dan tak ada langit yang bisa melindunginya.”

وَأَرْضُ اللهِ وَاسِعَةً وَلَكِنْ ** إذَا نَزَلَ الْقَضَا ضَاقَ الْفَضَاءُ

“Bumi Allâh itu teramat luas, namun ** Tatakala takdir (kematian) turun (menjemput), maka tempat manapun niscaya kan terasa sempit.”

دَعِ الأَيَّامَ تَغْدرُ كُلَّ حِينٍ ** فَمَا يُغْنِيْ عَنِ الْمَوْتِ الدَّوَاءُ

“Biarkanlah hari demi hari melakukan pengkhianatan setiap saat (artinya: jangan kuatir dengan kezaliman yang menimpamu) ** Toh, (pada akhirnya jika kezaliman tersebut sampai merenggut nyawa, maka ketahuilah bahwa) tak satu pun obat yang bisa menangkal kematian (artinya: mati di atas singgasana sebagai dan mati di atas tanah sebagai orang yang terzalimi, sama-sama tidak ada obat penangkalnya).”
***
Dari kitab Dîwân al-Imâm asy-Syâfi’i hal. 10, Ta’lîq: Muhammad Ibrâhîm Salîm
Diterjemahkan oleh:
Jo Saputra “Abu Ziyan” Halim


Sunday, July 14, 2013

Kelemahan


Aku mula mempelajari Bahasa Arab sejak usiaku 5 tahun. Sekarang, usiaku hampir mencecah 24 tahun, memang dah masuk 24 tahun pun. Cuba kira, berapa lama masa yang telah ku ambil untuk belajar Bahasa Arab?...
Sudah hampir 19 tahun aku belajar Bahasa Arab.....tapi kenapa aku masih lagi tak dapat menguasainya dengan baik? 
Kenapa Bahasa Arabku tak fluent?
Kenapa aku masih lagi bergantung pada kamus untuk menterjemah sesuatu perkataan yang tak difahami?
Imam Abu Hanifah mengambil masa selama 18 tahun mempelajari Fiqh, setelah itu beliau menjadi arif dalam permasalahan Fiqh..
Kenapa aku tak begitu?

Setiap kita ada kelemahan-kelemahan yang kita ratapi. Tetapi kelemahan itu bukan untuk ratapan, sebaliknya ia adalah untuk sebuah pengharapan yang menuntut kepada perubahan kebaikkan.

Sabar

Kejayaan, kefahaman, kemahiran hatta kelebihan atas sesuatu itu berhajatkan kepada kesabaran. Kenapa?
Sebab hanya orang sabar tahu menilai. Dan Allah suka orang yang sabar.

Kejayaan adalah sesuatu perkara yang subjektif, manusia masyarakat awam khususnya, melihat kejayaan itu terletak kepada penguasaan terhadap sesuatu. Orang yang sabar, yang tahu menilai, akan berpendapat setiap detik adalah kejayaan. Berjayanya dia, kerana dia bersabar dan Allah bersama orang yang sabar. " Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar."

Sabar menjinakkan keinginan, dan menguatkan keyakinan, keimanan dan daya kawalan. Maka bersabarlah kamu dalam berusaha, bersabarlah dalam melaksanakan ketaatan dan bersabarlah dalam membentuk taqwa.

Syukur

Jarang untuk kita mensyukuri kelemahan, tapi tidakkah engkau tahu, kelemahan mendekatkan engkau dengan Tuhanmu. Ia membesarkan raja' ( pengharapan) mu, menjadikan kau hamba yang mengadu, dan seringkali memohon agar diberi mampu.


Bersyukurlah engkau dengan kelemahan, kerana kelemahan itu membesarkan harapanmu terhadap Rabb Yang Maha Memberi kemampuan.


" لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ.."

Malu

Malu adalah sebahagian dari iman. Kerana malu menjadi indikator kepada sebuah perubahan.


Malu menjadi manusia kotor, kita berubah menjadi manusia yang bersih. Malu menjadi orang yang jahil, kita berusaha menjadi orang yang berpengetahuan. Banyak bangsa manusia yang hari ini menjadi hebat lantaran rasa malu kalau tak jadi hebat. Hamba yang malu akan dosa, akan bergerak menjauhi dosa seraya memohon keampunan dan perlindungan dari Tuhan.

Malulah dengan kelemahan diri, kerana ianya menjadikan kita rendah hati, bergeraklah memperbaiki keadaan diri, kerana ia adalah 'amal yang Allah nilai di akhirat nanti.

Monday, February 11, 2013

Dunia oh Dunia



Ada penyair yang menyebut, 

هب الدنيا تساق إليك عفوا  * أليس مصير ذاك إلى زوال
فما ترجو بعيش ليس يبقى  * وشيكا قد تغيره الليالي
وما دنياك إلا مثل ظل  * أظلك ثمّ آذن بارتحال

" Andai kata dunia ini digiring kepadamu dengan mudahnya, tidakkah akhirnya nanti akan ditinggalkan mati olehmu?
Apa harapanmu dengan kehidupan yang tidak kekal, kerana sebentar lagi akan dihabiskan oleh siang dan malam.
Duniamu adalah seperti bayangan yang menaungi, kemudian bayangan itu berlalu."

Saya bukan anti-dunia mahupun anti-modenisasi (menulis blog, kira ikut arus modenisasi juga kan?), cuma ingin sama-sama berwaspada dengan dunia, agar ianya benar-benar menjadi مزرعة الأخرة (ladang Akhirat) kita.

Kerana itu Imam Al-Ghazali menukilkan dalam kitabnya Minhajul 'Abidin, " Carilah dunia dan takluklah olehmu untuk beribadah kepada Allah SWT".

Kisah Harun Ar-Rasyid dengan Bahlul

(Dinaqal dari buku yang sama)

Harun Ar-Rasyid bernazar akan pergi ke Makkah menunaikan ibadah haji dengan berjalan kaki dari Baghdad. Raja ini bernazar dengan isterinya yang bernama As-Sayyidah Nafisah yang membikin 'Ain Zubaidah (sumber air) di Makkah.

Kerana Harun Ar-Rasyid adalah seorang raja, maka pengiring-pengiringnya merasa tak tega kalau rajanya berjalan diatas pasir, disebabkan itu, maka dihamparkanlah permaidani dan setiap sekian kilometer ada gardu (berfungsi sebagai R&R) untuk beristirehat, gardu ini dinamakan Al-Meil.

Tatkala raja ini sedang berjalan di tengah-tengah  padang pasir, kelihatan olehnya seseorang seperti sedang naik kuda. Harun Ar-Rasyid pun tertanya-tanya, siapakah gerangan orang itu?..Setelah diperhatikan, maka salah seorang pengiringnya ada yang mengenali. Orang yang bersendirian di padang pasir dan kelihatan seperti naik kuda itu, namanya Bahlul, Bahlul ini dianggap gila, padahal kata-katanya selalu benar dan tepat.

Kemudian Bahlul pun dipanggil menghadap Harun Ar-Rasyid, tanpa rasa nervous dan takut, dia pun menghadap raja. Ternyata yang dinaikinya itu bukannya kuda tetapi tongkat. Bahlul ini terkenal pandai menasihati orang, justeru dia bukan orang gila seperti anggapan orang.

Maka Harun Ar-Rasyid pun berkata kepada Bahlul, " Bahlul, cuba nasihati aku.."

Dengan mendadak, Bahlul pun mengubah syair (terbukti dia seorang pujangga dan ahli ibadah terulung):

هب الدنيا تواتيك  * أليس الموت يأتيك
وما تصنع بالدنيا  * وظلّ الميل يكفيك

" Andaikan dunia ini datang kepadamu dengan mudah ya Harun Ar-Rasyid, tidakkah maut juga akan datang kepadamu dengan mudahnya?
Buat apa duniamu yang begitu banyak, sedangkan gardu ini sahaja sudah cukup bagimu untuk duduk serta melindungimu."

Setelah itu, Harun Ar-Rasyid pun berkata kepada Bahlul, "Mintalah apa sahaja daripadaku, akan cuba ku tunaikan."

(Cuba teka apa permintaan Bahlul..?)

Bahlul just menjawab, "Jauhlah engakau daripadaku, nanti engkau ditendang oleh kudaku (merujuk kepada tongkatnya), engkau jangan berada disini.."..Dan dia terus berlalu lari menaiki tongkatnya tanpa minta apa-apa kepada raja.

~ Bila manusia berhati-hati dengan dunia, dia akan puas dengan kurnia (pemberiaan/nikmat)~

Kisah Imam Abu Hanifah 

(dipetik dari isi kuliah Yasmin Mogahed "Reclaim Your Heart")

Satu waktu, Imam Abu Hanifah sedang memberi penyampaian di hadapan murid-muridnya. Kemudian, datang seorang utusan membawa khabar, bahawa kapal dagangan Imam Abu Hanifah telah tenggelam.

Imam Abu Hanifah terdiam sebentar, kemudian beliau meneruskan pengajian. Setelah itu, datang kembali utusan membawa khabar, " Maaf, kami tersilap. Kapal dagangan yang tenggelam itu bukan kapalmu Abu Hanifah.."

Dan sekali lagi, Imam Abu Hanifah terdiam seketika, dan kemudian meruskan kembali pengajian.

Sikap Imam Abu Hanifah tadi, menarik perhatian pelajarnya, maka mereka bertanya, " Wahai Imam Abu Hanifah, kenapa terdiam apabila mendapat khabar pertama dan kemudian kamu diam juga ketika diberitahu, kapal dagangan (harta) mu selamat?"

Maka jawab Imam Abu Hanifah :Aku terdiam kerana aku menyelidiki, adakah hati aku bergetar (terkesan) dengan khabar kehilangan kapal daganganku, maka Alhamdulillah, hatiku sedikit pun tidak terkesan dengannya. Begitu juga diamku buat kali kedua, dan Alhamdulillah, hatiku turut tidak terkesan mendengar khabar kapal daganganku selamat.

Moral of the story, Mu'min itu dia tidak meletakkan dunia itu di hati, dan sedikitpun tidak membenarkan dunia itu menjengah hati. Dunia itu di tangan dan bukannya di hati.  

Kita as a Student

Begitu juga kita sebagai student, sebagai pelajar. Sinonim dengan kejayaan, kecemerlangan. Kita berusaha memahami dan belajar, dan kita juga berusaha untuk berjaya. Kita selalu lupa hakikat cemerlang, kita mentakrifkan cemerlang itu bila saya dapat dean list, bila saya dapat A atau A-, bila orang tanya saya boleh jawab, bila lecturer soal saya boleh explain tanpa terkial-kial "err..arr..ermm.." dan sebagainya.

Begitulah cemerlang menurut kaca mata dunia kita. Sehingga kadang-kadang, kita menjadi hamba untuk itu, hamba untuk kejayaan, hamba study. Kejayaan seolah-olah menjadi tuan untuk kita, kejayaan memiliki hati dan jiwa kita. Bila berjaya hati rasa gembira, bila tak berjaya hati rasa sengsara.

Sebenarnya, siapa yang memiliki siapa?

Memiliki dan dimiliki, adalah dua perkara yang berbeza. Memiliki merujuk kepada pemilik (orang yang memiliki/menguasai), dimiliki pula merujuk kepada kepunyaan, sesuatu yang di bawah hak atau kekuasaan. 

Mu'min itu meletakkan dunia di tangan, usaha di tangan. Dan meletakkan tawakal dan kebergantungan di hati, dia tahu kemampuan itu dari Rabbnya, dia membaca dan dia tahu yang memberi kefahaman itu Dia, dia menghafal dan dia tahu yang memegang hafalannya itu Dia, dia berfikir dan dia tahu yang memberikan ilham itu juga Dia. Begitulah hakikatnya mu'min, tangannya berusaha untuk mencapai apa sahaja di dunia, manakala hatinya penuh dengan keyakinan terhadap Rabbnya. Menjadikan dunia sebagai مزرعة الأخرة. 

Hakikat cemerlang, ialah bila kita tahu jalan pulang.

Sesuatu yang menguasai atau yang menapak di hati, akan memiliki..Maka, perlulah berhati-hati dengan sesuatu yang menjengah di hati.

Sama-sama berusaha, agar hati kita akan kembali kepada Rabbnya dengan Qalbun Salim.

Sunday, November 18, 2012

Sister..Be Careful


Musyrif system in UIA. :) What else that you do not feel grateful?
Assalamualaikum..

This is serious matter. If any sisters want to go back (walking) to their Mahallah from study, discussion, meeting, exam, prog etc and if they walk alone or two (in case)...

Please inform me, i'll send escort (from brothers) to u to make sure u arrived at ur Mahallah safely without any disturbances.

Contact me
 013-3131809.

All brothers in IIUM be with 'Save Our Sister' SOS, SRC 12/13



Sekarang kempen save our sisters, almaklum banyak jiddan kes pecah masuk bilik, dan cubaan-cubaan yang tidak baik terhadap sisters sejak kebelakangan ni. Maka, atas keprihatinan dan rasa tanggungjawab terlancarlah kempen ini.  Satu usaha yang harus diberi pujian. Jazakumullah atas keprihatinan dan perhatian kalian.

Sisters...makhluk yang sangat sukakan protection. Seego mana pun mereka, sekuat mana pun mereka, seberani mana pun mereka, but when it turns to protection, mereka rasa sangat senang, rasa blessed and honoured. Satu ketika, saya dan kumpulan membuat presentation dalam kelas untuk satu topik, di akhir pembentangan ada seorang classmate memberi kritikan. Jujurnya, saya rasa gembira dengan kritikan tersebut, itu menunjukkan dia mendengar dengan teliti sehingga dia perasan akan kekurangan, tapi saya dan kawan-kawan lebih rasa grateful lagi terhadap lecturer dan rakan-rakan yang tolong mem"back up" kami, rasa macam lecturer dan rakan-rakan yang support itu hero and shield of protection kami. Begitulah psiko-emosi sisters, cenderung kepada protection dan sesuatu yang bersifat supportive.

Saya di sini, bukan nak berkempen tentang hak asasi wanita atau please protect sisters and support us more...but i just want to remind myself and you as well sisters...

Keselamatan..Bermula dari kamu

Pergantungan yang sebenar adalah kepada Rabb kamu, clearkan betul-betul i'tikad ini. Pemberi keselamatan adalah DIA, not your friends yang selalu accompany kamu, not musyrif yang akan kamu dial nanti atau sesiapa sahaja. Tapi, keselamatan, perlindungan dan bantuan datangnya dari DIA, Al-Hafiz dan Al-Muhaimin, yang menyebabkan kamu rasa secure dan dilindungi.

That's why keselamatan itu bermula dari kamu sisters, dari i'tiqad kamu, penjagaan aurat kamu, dan juga pembawaan diri kamu. 
Pasakkan pergantungan kamu pada DIA, dan melangkahlah dengan tenang. Kesulitan, kesusahan dan halangan dalam perjalanan dapat diatasi dengan garapan keyakinan kepadaNYA.


~Melangkahlah dengan yakin, seyakin pergantungan kamu kepadaNYA~

Sunday, June 10, 2012

Tirai Tahun 2 berlabuh


Alhamdulillah, selesai sudah peperiksaan akhir untuk semester ini. Rasa sayu pula mengenang, betapa cepatnya masa berlalu, seolah-olah macam baru duduk di dalam kelas sebentar, kemudian disuruh bersurai. Ya begitulah waktu, tidak pernah mahu menunggu, dan memang resamnya begitu dan akan terus begitu.

Saya jatuh cinta dengan maddah-maddah (subjek) yang dipelajari, maddah yang memberi makna kehidupan,  maddah yang mengkerdilkan diri, maddah yang mengajarkan erti pengharapan yang sebenar, ya, ianya sangat membekas dan memberi kesan. Disamping, para mursyid-mursyidah, pensyarah-pensyarah, sahabat-sahabat yang membantu dalam proses untuk memahami, menghayati, dan meng"halusi" perjalanan menuju hikmah ini.

Ilmu, subjek, maddah adalah raw material, bahan mentah, maka melalui guru-guru ini, bahan mentah ini diproses, diadun dengan kefahaman, penghayatan, dan hakikat. Agar natijahnya nanti, mem"produce"kan insan-insan yang beramal. Semoga ianya menjadi dalil kebaikkan mereka di Akhirat kelak.

Hakikatnya, semua ruang, semua peluang, hatta pemahaman yang sedikit sekalipun, datangnya dari Tuhan, Rabb Yang Maha Rahman, yang rahmatNya sangat luas. Dan Dialah Al-Latif, sangat lemah lembut terhadap hambaNya. Maka, haruslah segala kesyukuran itu dirafa' keatasNya, segala harapan itu disandar kepadanya, kerana Dia Pemilik segalanya.

~Mari menjadi hamba yang lebih bersyukur~


Wednesday, January 11, 2012

Perihal NAMA


" Namamu syiapa?"
" Abdulloh.."

" My nama Aisha.."

" Nama saya upin, ini adik saya ipin.."

" Saya Athirah Hanisah binti Abu Kassim"

Nama..Adakah bisa membentuk identiti dan keperibadian seseorang?

Teringat zaman kecil-kecil dahulu, saya dan adik-adik yang lain suka buat bulatan gembira keliling mak. Mak saya sangat suka bercerita, dan kami sangat suka bertanya..antara soalan favourite yang sentiasa diulang oleh kami adik-beradik, " Kenapa mak abah bagi nama along, angah, dan adik-adik begini-begini....?", dan mak tak pernah jemu menjawab soalan kami yang tak berbentuk ilmiah ini.

Antara jawapan mak saya perihal nama, " mak bagi nama along Athirah sebab ia bermaksud yang utama yang mulia, alongkan anak sulung..dan mak sambungkan Hanisah sebab hamba Allah yang mulia dan utama adalah orang-orang yang bertaqwa, Hanisah kan maksudnya yang bertaqwa..", dan saya sangat ter"inspire" dengan jawapan itu. Dan ia me"motivated" saya, bila mendengar ada tokoh ilmuan Islam bernama Ibnu Athir(x sure sama ada ini laqab atau apa) ketika belajar subjek Ulum Hadis (setiap kali ustaz sebut nama Ibn Athir,saya akan tersenyum sorang-sorang). Terbayang di minda, 0h aku bukan sahaja kena jadi hamba Allah yang bertaqwa, tapi aku kena juga jadi orang yang berilmu.

Ya..nama memberi aspirasi. Adakah sekadar aspirasi sahaja?..Tidak, sama-sama merintis untuk merealisasi agar tidak menjadi orang yang berhalusinasi.

Perihal Nama

Sebagaimana sirah Rasulullah S.A.W, ketika Baginda dinamakan Muhammad oleh bondanya, ketika itu dalam masyarakat Arab Jahiliyyah, belum ada lagi yang memakai nama Muhammad yang membawa maksud yang terpuji (saya masih samar tentang sirah ini,sebab saya cuma mendengar kisah ini dari ustaz2, tak pernah lagi baca secara betul). Dan Baginda memiliki peribadi yang terpuji dan menjadi semulia-mulia manusia.

Ya, nama bisa membentuk sifat, membentuk peribadi dan membentuk identiti seseorang, dengan syarat individu itu adalah individu yang sedar. Sedar dalam erti kata sebenar.

So, main pointnya apa? Nama atau individu yang sedar?
Sudah pasti individu yang sedar, nama cuma wasilah untuk me"motivated" (ermm..saya sendiri sudah mula pening dengan ayat sendiri).

Siapakah individu yang sedar?
Mereka ialah, individu yang tahu jalan pulang. Mencari ilmu untuk dibawa pulang, membentuk diri menjadi orang yang bermanfaat untuk dibawa pulang. Mencapai kejayaan untuk dibawa peluang. Mencari peluang dan ruang untuk mengutip bekalan untuk dibawa pulang.

Pulang kita, adalah kembalinya kita kepada Al-Khaliq, Pencipta kita, Rabb Yang Maha Baik.
Inilah dia individu yang sedar.

Penutup

Saya menge"post" perihal nama, kerana melihat ramai kawan-kawan yang sudah menimang cahayamata dan bakal menimang. Justeru, pilihlah nama yang baik-baik untuk little caliph kalian, dan bentuk objektif atas pilihan tersebut. Semoga kalian dikurniakan anak yang soleh dan solehah. =)

Friday, January 06, 2012

Al-Kisah SYUKUR


Ada sebuah kisah..
Dengarkan ye =)

Ada seorang 'Abid, dia sangat dhaif dan lemah, dan tiada tempat bergantung harap. Saban waktu, dia berdoa, " Ya Allah, permudahkanlah kehidupanku, angkatlah apa yang menghalang dan memberatkanku..Maafkan aku Ya Allah, kerana kurangggnya bersyukur..Jadikanlah aku hambamu yang lebbbiih bersyukur ". Itulah doa yang sentiasa tidak lekang dari bibirnya.

Hari demi hari, urusan kehidupannya menjadi ringan, orang lain melihat sesuatu itu susah, dia merasa perkara itu mudah. Kalimah Alhamdulillah tak putus-putus keluar dari bibirnya. Kalau dulu dia seorang yang dhaif, sekarang dia sudah sederhana. Kalau dulu dia seorang yang jahil, sekarang dia sudah bijaksana. Dan doa, " Maafkan aku Ya Allah kerana kuraaangnya bersyukur..Ya Allah, jadikan aku, hambaMu yang leebbbih bersyukur ", masih lagi meniti dibibirnya. Si 'Abid ini pun membuat konklusi, " kalau aku berdoa supaya lebih bersyukur, Allah akan menambahkan nikmat-nikmatNya kepadaku ".

Sampailah satu waktu, Allah izin dia mengalami kesulitan, maka si 'Abid ini merasa sedih, dia rasa Allah murka kat dia, maka si 'Abid mengadu dalam doanya, " Ya Allah, Engkau marah ke dengan aku..ampunkan aku Ya Allah..". Tapi si 'Abid tetap sedih, kenapa Allah tak makbulkan doa dia...Dia merenung dan berfikir.

Akhirnya, si 'Abid ini sedar, selama ini dia berdoa agar menjadi hamba yang LEBIH bersyukur, dan syukur itu bukan terletak atas nikmat sahaja, malah keseluruhan, syukur atas ujian, syukur atas kesusahan, syukur atas ketenangan, syukur atas kebahagiaan, kejayaan, syukur dan syukur dan syukur...Maka, sedarlah si 'Abid, Allah bagi kesulitan sebab Allah nak jadikan dia hamba yang lebih bersyukur. Bagaimana??

Bila rasa down sangat-sangat atas sesuatu kesulitan, macam tak ada harapan, kemudian Allah bagi natijah yang tidak dijangka, bagaimana perasaan kita ketika itu??..Ya, seperti itulah si 'Abid ni.

Konklusi dari kisah ini, lihatlah sesuatu itu dengan kaca mata keimanan, kerana padanya terselit semua kebaikkan. Sama-sama optimis dan sentiasa bersyukur, dan menjadi hamba Allah yang lebih bersyukur.



Saturday, October 15, 2011

Bebaskan Dirimu


Mendengar aduan adik-adik , yang merasa terbeban dengan pelajaran..mendengar rintihan sahabat, yang tersepit membuat pilihan..mendengar luahan saudara, yang gelisah dek rasa berdosa..Jujurnya, aku juga dipalu kebimbangan, bimbang tak memahami dan menguasai sesuatu ilmu itu dengan baik, bimbang tak fluent English untuk public speaking nanti(gara-gara salah register kod ccac),bimbang tak perform dengan baik sem ini.

Bimbang, gelisah, risau, adalah satu juzuk dari kehidupan. Rasulullah juga pernah merasa bimbang, bimbang akan nasib umatnya.

Aku belajar sesuatu dari aduan, rintihan, luahan dan juga kebimbanganku sendiri…yakni, bebaskan dirimu.

Bebaskan dirimu wahai saudaraku

Bebaskan dirimu…

Dari nafsu yang menjerat

Dari kejahilan yang pekat

Dari kemaksiatan yang memberat.

Bebaskan dirimu wahai adikku..

Bebaskan dirimu…

Dari perasaan yang menghimpit

Dari kederhakaan yang terselit

Dari dosa yang perit

Bebaskan dirimu wahai sahabatku…

Bebaskan dirimu..

Dari kebimbangan yang mencengkam

Gusar yang menekan

Dan dari kelalaian yang berantaian..

Bebaskan Dirimu

Tahukah kalian, rasa sempit, rasa bimbang, dan kerisauan ini melahirkan rasa raja’ (harap).

Justeru, bebaskanlah dirimu dari segala kemelut ini, dengan rasa raja’ (harap). Rasa harap terhadap Rabbmu.Keimanan itu membenih dalam tiga kondisi, hub (cinta), raja’ (harap), dan khauf (takut).

Bukankah yang memberikan kefahaman itu DIA?

Yang memberi kemudahan itu juga DIA?

Bukankah DIA juga yang membolak balikkan rasa?

DIA yang menjadikan engkau hebat, luar dari kemampuanmu. DIA Yang Maha Lunak, memperhebatkan ability kamu, menenangkan jiwamu, memaafkan setiap kesalahanmu, mendamaikan hatimu..

‘Aisyah R.A berkata: Rasulullah S.A.W bersabda: Sesungguhnya Allah lunak dan tenang, suka pada ketenangan dalam semua urusan. (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Semaikanlah rasa raja’mu terhadapNya, letakkanlah pergantunganmu kepadaNya, pasakkanlah dalam hatimu ingatan hanyasanya kepadaNya.

“ Wahai manusia! Kamulah yang memerlukan Allah, dan Allah Dialah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu), Maha Terpuji.” (Fatir:15)

Penutup

“ Dan janganlah kamu merasa lemah, dan jangan pula bersedih hati, sebab kamu paling tinggi darjatnya, jika kamu orang yang beriman.” (Ali ‘Imran: 139)

“ Apa sahaja di antara rahmat Allah yang dianugerahkan kepada manusia, maka tidak ada yang dapat menahannya, dan apa sahaja yang ditahanNya, maka tidak ada yang sanggup untuk melepaskannya setelah itu…” (Fatir:2)


Thursday, August 11, 2011

Benci


Fitrah manusia yang tidak suka dibenci, tidak suka dikeji, tidak suka dijauhi. Rasulullah S.A.W juga merasa sedih, bilamana kaum kafir Quraisy menolak dakwah Baginda, membenci Baginda, mengkeji Baginda dan menjauhi Baginda seraya menutup telinga mereka daripada mendengar risalah Baginda. Akan tetapi Allah Yang Maha Baik membesarkan hati Rasulullah melalui ayatNya,

“Sesungguhnya, Kami mengetahui bahawa apa yang mereka katakana itu menyedihkan hatimu, (janganlah kamu bersedih hati), kerana mereka sebenarnya bukan mendustakan kamu. Akan tetapi, orang-orang yang zalim itu mengingkari ayat-ayat Allah.” (Al-An’aam:33)

Allah mengajar Rasulullah, jangan kamu merasa sedih, benci tidak harus dibalas dengan benci, keji tidak harus dibalas dengan keji, dan Allah mengajar Rasulullah untuk berlapang dada melalui ayatNya “…..mereka sebenarnya bukan mendustakan kamu.Akan tetapi orang-orang yang zalim itu mengingkari ayat-ayat Allah.”, bukankah hidayah itu milik Allah, dan Allah akan memberikannya kepada siapa yang mencari dan kepada siapa yang Dia kehendaki.

Tidak seharusnya kita manusia membalas kebencian dengan kebencian, boleh jadi orang membenci kita disebabkan perilaku buruk kita, sikap tidak baik kita atau sisi negative kita. Justeru, besarkan hati kita dengan perasaan lapang dada.

Bagaimana Al-Quran Mengajar Kita

“ Jadikanlah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh. Jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa, bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya.” (Al-A’raaf: 199-201)

Maafkanlah kekurangan-kekurangan kecil manusia dalam pergaulan dan persahabatan. Jangan menuntut kesempurnaan pada mereka, dan jangan membebani mereka dengan akhlak yang sulit (tuntutan untuk fleksibel). Maafkan kesalahan, kelemahan, dan kekurangan mereka. Semua ini dituntut dalam pergaulan peribadi, dan bukan dalam urusan aqidah agama malah bukan juga dalam urusan kewajipan syar’iyah. Kerana di dalam urusan aqidah Islam dan syariat Allah, tidak ada lapang dada dan toleransi, namun yang ada adalah pengambilan tindakan, pemberian hak, persahabatan, dan perlindungan.

Memaafkan kelemahan orang lain, lemah lembut kepada (sesuai dengan syara’), dan toleran kepadanya merupakan kewajipan mu’min. Sama-sama mengambil inspire daripada sikap Rasulullah, Baginda bersikap lapang dada, memberi kemudahan, dan tolerant. Baginda tidak pernah marah kerana persoalan peribadi, tetapi, bila agamanya diusik, maka tidak ada Sesutu pun yang dapat menahan kemarahan Baginda.

Penutup

We are not perfect, we are not complete product..so, what we need is..gain taqwa, developing spiritual aptitude, take lesson from Quran and follow the Sunnah. Saya quote kata-kata seorang murabbi, “…nak menjadikan perkataan itu perasaan, tidak semudah kita membaca,mengingat dan mengungkap kembali..”, pointnya di sini, sama-sama berusaha untuk menjadikan Quran bukan sebagai ayat yang dibaca sahaja, tetapi jadikanlah kalam ini sebagai perasaan, perbuatan dan peradaban.

P/S: Sudah masuk fasa ke-2 Ramadhan = maghfirah…Semoga Allah mengampunkan segala kekhilafan, kesalahan kita semua.

Thursday, May 26, 2011

RASUAH


Ikuti dialog di bawah.

(Menonton Berita Terkini...Isu rasuah terpapar)

Saya: Banyaknya kes rasuah...

Mak: (menganggukkan kepala)

Saya: Agaknya pekerjaan apa yang tak ada rasuah dan tak boleh dirasuah?... cikgu, doktor, nurse?

Mak: Cikgu, doktor, nurse, boleh je nak dirasuah. Rasuah cikgu untuk pass exam atau dapatkan sijil, rasuah doktor untuk buat laporan kesihatan palsu, rasuah nurse untuk manipulasi ubat atau sebagainya...

(Sama-sama tersenyum, ada unsur-unsur criminal mind di situ...tapi itu hanya sekadar method)

Saya: (mengerahkan fikiran)....apa lagi ye yang tak boleh dirasuah?

Mak: HATI....

Saya: (terpempan sebentar dan mengangguk sambil bermonolog)...Hati?? Oh hati..kenapalah tak terfikir awal-awal tadi..

Mak: Hati yang dalamnya Islam tertegak, hati yang syariah menjadi protectornya, hati yang sangat takut dengan murka Pemiliknya...Inilah hati yang salimah. Siapa pun dia, apa pun pekerjaannya, selagi dia ada hati yang berfungsi ini, dia tak akan dirasuah dan tak akan menerima rasuah...

Rasuah

Rasuah adalah haram dalam Islam berdasarkan dalil Al-Quran.

" Dan janganlah kamu makan harta orang lain di antara kamu dengan jalan yang batil, dan janganlah kamu menyuap dengan harta itu kepada para hakim, dengan maksud agar kamu dapat memakan harta sebagian harta orang lain itu dengan jalan dosa, padahal kamu mengetahui." (Surah Al-Baqarah: 188)

Rasuah lawannya amanah. Orang yang amanah ialah orang yang hatinya berfungsi, imannya memagari, dan mereka adalah mu'min yang sebenar-benar mu'min. Allah mentioned dalam surah Al-Mu'minun ayat 1-11, ciri-ciri mu'min yang berjaya, antaranya:
" Sungguh beruntung, orang yang memelihara amanah-amanah dan janjinya." (Surah Al-Mu'minun: 8)

Manakala, orang yang merasuah atau dirasuah, atau dengan kata lainnya menyeleweng, adalah orang yang hatinya tidak berfungsi, imannya tidak menyuluhi, dan hanya keuntungan dunia yang dikejari. Mereka adalah orang-orang yang rugi.

Penutup

Bila dilihat kembali, setiap persoalan, jawapan, pencarian, kajian, masalah, dan sebagainya...pasti akan kembali kepada soal keimanan. Maka, mari sama-sama perbaiki pasak keimanan, agar sejahtera kehidupan.

~Jadilah qudwah, Hindari rasuah~

Monday, May 23, 2011

Asertif

Anda sukar menyatakan perasaan secara jujur dan terbuka?
Anda sukar untuk mengatakan "tidak" ?
Anda sukar untuk menolak sesuatu?

Ini menunjukkan anda kurang asertif, atau dengan kata lainnya, kurang bersikap tegas diri.

Sebenarnya, saya baru saja terbaca artikel psikologi yang ditulis oleh Puan Syarifah Aini, Pegawai Psikologi Jabatan Kesihatan Negeri Kelantan. Jangan tersalah dengan Dato' Syarifah Aini, nama serupa tapi individu berbeza. Dan saya sangat termotivasi dengan artikel tersebut yang judulnya "Memperkasa Diri dengan Bersikap Asertif".

Dalam proses pembaikkan, perlu sentiasa mencari solusi untuk meningkatkan diri. Jujurnya, saya masih bertatih, adat bertatih.. kadangkala terjatuh, tersembam, tersungkur, tapi mari sama-sama kita ingat, this isn't a failure but it is a process..continuously... Beranalogi pula athirah ni..Mari kita lihat..

Apa itu ASERTIF

- Keupayaan dan keberanian seseorang menyatakan apa yang ada dalam fikirannya, sama ada positif atau negatif.
- Mesej yang disampaikan telus, jelas, dan tidak menyakiti atau mengancam hak orang lain.
- Jujur dalam memberi lontaran pandangan, termasuk juga kritikan dan cadangan.
- Asertif lawannya agresif.

Ramai orang keliru antara asertif dengan agresif, mari kita rungkaikan. Agresif ni ialah perasaan, sikap atau tingkah laku yang menyakitkan dan menjatuhkan maruah orang lain.(Puan Syarifah Aini)

Biasanya, orang yang bersikap asertif ni, dia mengamalkan konsep memberi dan menerima. Sebagai contoh:-
a) " Saya percaya.......bagaimana fikiran anda?"
b) " Saya lebih suka......"
c) " Apa yang boleh kita buat untuk menyelesaikan masalah ni ye?"

Jenis ASERTIF

Asertif ni ada dua jenis:

1-Asertif lisan - bahasa mudah difahami, nada suara yang tetap sama, lancar dan teratur.
2-Asertif bukan lisan - terpamer melalui tingkah laku dan pergerakkan yang tidak agresif, pergerakkan yang relaks dan tenang.

Bagaimana untuk ASERTIF

Disini saya kongsikan, tips yang telah digariskan melalui artikel yang telah dibaca.

1-Berterus-terang, jujur dan terbuka terhadap perasaan, pendapat dan kehendak. Nyatakan apa yang hendak dinyatakan.

2-Jujur memberi dan menerima pujian. Jangan pandang rendah terhadap pujian dan jangan menjadikan pujian sebagai senjata sinis/sindir.

" Tinggalkan barang yang menimbulkan keraguan dan ambil yang tidak meragukan. Sesungguhnya kejujuran, membuat hati tenteram dan dusta membuat hati ragu-ragu."
( Riwayat At-Tarmizi)

3-Gunakan perkataan yang munasabah untuk menyatakan sesuatu. Sesuatu yang jawapannya "Ya", nyatakan ya. Jangan takut menggunakan perkataan "tidak" sekiranya membantah atau tak bersetuju dengan sesuatu dan nyatakan sebab.

"Kebenaran itu dari Tuhanmu, kerana itu janganlah engkau (Muhammad) termasuk orang-orang yang ragu." (Surah Ali 'Imran: 60)

4-Elakkan menyoal "Kenapa" terhadap orang lain, kerana ia bersifat menyerang. Gunakan cara yang lebih diplomasi.

5-Kenalpasti dan hormati hak orang lain.

6-Gunakan nada suara dan gerakan badan yang bersesuaian dengan keadaan.

7-Akhir sekali, minta maklum balas dari orang lain.

Penutup

Allah S.W.T melalui firmanNya menganjurkan kita untuk bersikap asertif:

" Maka sampaikanlah (Muhammad) secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang yang musyrik." (Surah an-Nahl: 94)

Nilai asertif ini juga dapat kita lihat melalui sirah dakwah Nabi Muhammad S.A.W secara terang-terang.

Bagi saya, orang mukmin ialah seorang yang asertif..sebab, mukmin itu tenang sifatnya kerana mengingati Allah, sistematik kerjanya kerana taat perintah Allah.

~Ke arah mukmin dalam erti kata sebenar~

Rujukan:
Yusof Ismail, 1994, Terjemahan Indeks Al-Quran, Terbitan A.S. Noordeen, Kuala Lumpur.
H. Salim Bahreisj, 1977, Terjemahan Riadhus Shalihin Jilid 1, Pustaka Al-Ma'arif, Bandung.
Majalah Haluan, edisi kedua 2011.
M. AL-Ghazali, 2006, Muslim's Character, Adam Publishers & Distributors, New Delhi.


Tuesday, May 17, 2011

Selamat Hari Guru

Mungkin terlambat untuk menulis post dedikasi untuk para pendidik saya. Siapa pendidik saya?..Mereka ialah insan yang mendidik saya secara langsung dan tidak langsung (boleh jadi siapa sahaja), mereka yang mencurahkan ilmu dan membentuk keperibadian saya. Tiada kata-kata yang tepat untuk menggambarkan betapa saya sangat menghargai jasa dan kebaikkan mereka, hanya pada Allah saya berdoa agar Allah kasihkan para pendidik saya ini, Allah rahmati mereka dan permudahkan mereka.

Untuk para pendidikku,
Selamat Hari Guru...laulal murobbi..ma 'araftu Robbi.
Keranamu, melaluimu, dengan adanya kamu, aku mengenal Rabbku.

Dedikasi untuk:
Kedua Ibu Bapaku (awwalul murobbi)
Guru-guru Tadika ABIM Al-Firdaus, Meru, Klang.
Mu'alim dan mu'alimah Sekolah Rendah Islam Hira', Klang.
Guru-guru Sekolah Rendah Islam ABIM Alor Star.
Guru-guru Sekolah Rendah Ibnu Khaldun dan Sekolah Menengah Ibnu Khaldun, Jalan Kebun, Shah Alam.
Guru-guru Maktab Mahmud Yan.
Guru-guru Maahad At-Tarbiyyah Al-Islamiah (MATRI), Perlis.
Pensyarah-pensyarah Darul Quran JAKIM, Kuala Kubu Bharu.
Pensyarah-pensyarah Pusat Asasi UIAM, Nilai.
Pensyarah-penyarah UIAM, Gombak.


Sunday, May 15, 2011

Aku Hanya Merencana

Mbah ku, Hjh Marfu'ah Bt. Mustar.
Berbicara dengan mereka yang lebih berusia, menginjuksi minda, secebis dua kata mereka,
mencetus idea berganda.


Anggaplah post kali ini, post santai-santai. Menganalisis cuti yang dihabiskan.

Secara officialnya, sudah 4 minggu tempoh cuti berlalu (bersamaan 1 bulan). Ya Allah, saya memang tak terasa begitu banyak waktu dah berlalu (bilalah nak sedar ni athirah). Manfaatkah waktuku? Jom flashback balik.

Minggu Pertama

Tarikh: 18/04/2011 - 25/04/2011
Lokasi: UIA

- Sibuk dengan program Hi-Mega
-Membuat perancangan dan merangka modul dan aktiviti
-Bersilaturahim dengan senior-senior
-Ziarah mak njang (villa putera)
-Pergi bookfair

Minggu Kedua

Tarikh: 26/04/2011 - 1/05/2011
Lokasi: Rumah

-Sepenuh masa di rumah bersama mbah. (Alhamdulillah ada mbah, ada juga aktiviti yang boleh dibuat)
-Belajar masak
-Mengulang bersama Hanif. (Alhamdulillah, Hanif cuti sekolah waktu tu)
-Membaca
-Jadi PA mak. (cikgu tak rasmi tanda kertas soalan)

Minggu Ketiga

Tarikh: 2/05/2011 - 8/05/2011
Lokasi: Rumah

-Mengulang kembali aktiviti minggu kedua. (Hanif dah balik sekolah, jadi tak mengulang dengan Hanif)
-Rindu nak kelas, jadi selak balik note-note lama.
-Hobi baru, belajar buat dessert dan bercucuk tanam.( sebenarnya, tak bercucuk tanam pun, cuma belek-belek tanaman abah)
-Membaca
-Pergi Tanjung Dawai

Minggu Keempat

Tarikh: 9/05/2011 - 15/05/2011
Lokasi: Rumah

-Mengulang kembali aktiviti minggu ketiga. (cuma kali ni tak buat dessert)
-Tangan dah tak boleh duduk diam, membuat kerja menjilid buku Riyadhus Solehin abah.(habis buku abah jadi colourful)
-Mula menyusun dan mendisiplin jadual belajar sendiri memandangkan rakan-rakan yang mengambil short sem dah mula belajar dan ada jadual belajar sendiri. (sukar untuk istiqamah, doakan)
-berjinak-jinak dengan kartun arab.

Aku Hanyalah Merangka

Saya selalu merangka apa yang nak dibuat esok hari, sehinggalah sampai firman Allah:

" Tiada seorang pun yang mengetahui apa yang akan dilakukan besok hari, sebagaimana tiada seorang pun yang mengetahui dimanakah ia akan mati."
( Surah An-Nahl:61)

Saya rasa terpukul, mengerahkan minda merencana apa yang hendak dilakukan esok akan menjadi sia-sia jika saya tidak sertakan bersama, bagaimana aku hendak menghadapi apa yang Allah rencanakan untukku. Kita merancang tapi Allah adalah sebaik-baik perancang, apa yang kita rencanakan ada ditangan tapi apa yang Allah rencanakan ada dihadapan.

Rencana kita adalah angan-angan yang cuba direalisasikan, rencana Allah adalah realiti yang perlu dihadapi. Justeru, sediakan hati, sediakan jiwa, berhadapan realiti mengecap ketenangan jiwa.

" Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang redha dan diredhai-Nya (hati yang puas).Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hambaKu, dan masuklah ke dalam syurgaKu."
( Surah Al-Fajr: 27-30)

Penutup

Memetik satu hadith:

Anas R.A berkata: Rasulullah S.A.W menggaris beberapa garisan, kemudian seraya bersabda:
" Ini angan-angan manusia dan ini ajalnya, maka ini ajalnya, maka ketika ia sedang sibuk, tiba-tiba datang ajalnya yang terdekat dari garis-garis itu.
( Riwayat Bukhari)

Rujukan Hadith: H. Salim Bahreisj, 1977, Terjemahan Riadhus Shalihin jilid satu, m/s 481. Pustaka Al-Ma'arif (Bandung)

Pendekkan angan-angan, tingkatkan keimanan. ^_^

Wallahu'alam.








Saturday, May 14, 2011

Iktibar Dari Kisah Masyarakat


Bila bersembang dengan abah, banyak kisah masyarakat yang saya dapat, dan kesemua kisah tersebut punya iktibar dan hikmah yang sangat bererti. Abah tidak banyak bersuara, justeru sekali bersuara, cepat-cepat sediakan telinga dan jiwa.
Hikmah hidup bermasyarakat mengenang dunia yang singkat, kehidupan abadi di akhirat penuh rindu yang sarat.

Mak Cik Si Penjual Tempe

Ada seorang mak cik, dia ini merupakan seorang pembuat dan penjual tempe, dan dia juga hamba Allah yang baik. Hanya ini sahaja mata pencariannya untuk menyara hidup keluarga. Setiap hari dia akan ke pasar untuk menjual tempe buatannya. Alkisahnya suatu hari, tempe buatannya tidak masak dan masih mentah, tak pernah mak cik ni buat tempe tak menjadi (barangkali ini pengalaman pertama). “ Tidak mengapa, mungkin sekarang tak masak lagi, insyAllah waktu nak menjual nanti masaklah dia.” Bila tiba di pasar, tempe tersebut masih juga belum masak. “ Tengah hari nanti, masaklah dia.” Dari pagi menginjak ke tengah hari, tempe tersebut masih juga belum masak, dan tiada barang satu tempe pun terjual lagi. Mak cik ini pun mulai gelisah, tapi masih tetap cuba menjaga sangka baiknya dengan Allah, masih meletakkan harapan agar petang nanti tempe tersebut masak dan boleh dijual. Ternyata harapan mak cik itu hanya tinggal harapan, tempenya tetap jugak tidak masak ketika petang menjengah. Maka mak cik ini dalam upayanya untuk ikhlas, terpaksa mengemas untuk pulang. Tiba-tiba, datang seorang pembeli yang hendak membeli tempe, dan dia hanya inginkan tempe mentah sahaja…tempe yang lain-lain, dia tak nak. Maka pembeli tersebut membeli semua tempe mentah mak cik tersebut dengan harga yang tidak pernah mak cik ini bayangkan.(mula-mula mak cik ni bagi tempe mentah tersebut, free je)..Nak tahu, kenapa pembeli tu hendak sangat tempe mentah?..Pembeli tersebut mahu poskan tempe untuk anaknya di luar negara, justeru tempe yang mentah apabila tiba di sana pasti akan masak, adapun tempe yang masak jika dihantar ke sana pasti akan rosak sebelum tibanya ke sana.

(read more:http://www.rozy.web.id/bengkel-hati/kisah-penjual-tempe/)

Allah Tidak Menzalimi

Allah knows the best and He creates the best. Teringat sepotong hadis qudsi (Sahih Muslim: J16/MS455):

أَبِى ذَرٍّ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- فِيمَا رَوَى عَنِ اللَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى أَنَّهُ قَالَ « يَا عِبَادِى إِنِّى حَرَّمْتُ الظُّلْمَ عَلَى نَفْسِى وَجَعَلْتُهُ بَيْنَكُمْ مُحَرَّمًا فَلاَ تَظَالَمُوا يَا عِبَادِى كُلُّكُمْ ضَالٌّ إِلاَّ مَنْ هَدَيْتُهُ فَاسْتَهْدُونِى أَهْدِكُمْ يَا عِبَادِى كُلُّكُمْ جَائِعٌ إِلاَّ مَنْ أَطْعَمْتُهُ فَاسْتَطْعِمُونِى أُطْعِمْكُمْ يَا عِبَادِى كُلُّكُمْ عَارٍ إِلاَّ مَنْ كَسَوْتُهُ فَاسْتَكْسُونِى أَكْسُكُمْ يَا عِبَادِى إِنَّكُمْ تُخْطِئُونَ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَأَنَا أَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا فَاسْتَغْفِرُونِى أَغْفِرْ لَكُمْ يَا عِبَادِى إِنَّكُمْ لَنْ تَبْلُغُوا ضَرِّى فَتَضُرُّونِى وَلَنْ تَبْلُغُوا نَفْعِى فَتَنْفَعُونِى يَا عِبَادِى لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ كَانُوا عَلَى أَتْقَى قَلْبِ رَجُلٍ وَاحِدٍ مِنْكُمْ مَا زَادَ ذَلِكَ فِى مُلْكِى شَيْئًا يَا عِبَادِى لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ كَانُوا عَلَى أَفْجَرِ قَلْبِ رَجُلٍ وَاحِدٍ مَا نَقَصَ ذَلِكَ مِنْ مُلْكِى شَيْئًا يَا عِبَادِى لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ قَامُوا فِى صَعِيدٍ وَاحِدٍ فَسَأَلُونِى فَأَعْطَيْتُ كُلَّ إِنْسَانٍ مَسْأَلَتَهُ مَا نَقَصَ ذَلِكَ مِمَّا عِنْدِى إِلاَّ كَمَا يَنْقُصُ الْمِخْيَطُ إِذَا أُدْخِلَ الْبَحْرَ يَا عِبَادِى إِنَّمَا هِىَ أَعْمَالُكُمْ أُحْصِيهَا لَكُمْ ثُمَّ أُوَفِّيكُمْ إِيَّاهَا فَمَنْ وَجَدَ خَيْرًا فَلْيَحْمَدِ اللَّهَ وَمَنْ وَجَدَ غَيْرَ ذَلِكَ فَلاَ يَلُومَنَّ إِلاَّ نَفْسَهُ ».

Antara hadis yang saya suka.


Penutup

Berbaik sangkalah terhadap Allah, berbaik sangkalah terhadap ketentuanNya.


Wallahu'alam.


Thursday, May 05, 2011

~Cheesecake~

Gambar ehsan dari Google Image

Sedang dibakar

Siapa suka makan cheesecake? Ramai dikalangan rakan-rakan saya suka makan cheesecake. Justeru, saya ter"attempt" untuk membuat the real cheesecake (maksudnya buat bagi jadi), just untuk meraikan mereka (tapi tak bg pun diorang rase, lain kali ye). Tengah melompat blog-blog resepi, akhirnya terjumpa resepi cheesecake yang sangat ringkas dan mudah untuk dibuat. Ini eksperimental, hasilnya?

Nantikan...

Resepi Cheesecake yang simple

Membaca Basmalah.

Bahan-bahan

2 ketul cream cheese 250gram
1 tin susu pekat manis
2 biji telur
1 sudu tepung gandum

Cara-cara

Tapak(base)
1. Biskut oreo dihancurkan
2. Satu cawan majerin yang dicarikan.. gaul sebati n tekan kat dasar loyang as tapak atau swiss roll..potong dan susun dalam loyang..

Topping
3. Biarkan chesse lembut dgn suhu bilik..kemudian pukul(leh guna mixer or blender)
4. masukkan susu..dan pukul lagi
5.dah sebati..masukkan telur sikit2..
6. masukkan tepung..
7. klu suka..leh masukkan coklat cip@ coklat rice..
8.tuangkan dalam loyang berisi biskut@kek tadi..utk hiasan boleh laa taburkan kepingan badam atau swirl kan coklat cair kat atas..
7.sedia utk di bakar...lebih kurang 45 minit..tapi cucuklaa ngan cake tester or lidi utk pastikan dia dah masak..(dah tak melekat kat lidi tu masak dahlaa)


Makanlah Makanan yang Halal

Pastikan, bahan yang digunakan bukanlah terdiri dari sumber yang syubhah, bimbang jika ianya terdiri dari sumber yang syubhah, akan mendatangkan kesan yang tidak baik. Makanan akan menjadi darah daging, sumber yang baik dan halal akan menjadi darah daging yang baik, manakala sumber yang haram dan syubhah akan menjadi darah daging yang haram dan tidak baik.

Yang halal akan membentuk taqwa, yang haram dan syubhah akan mengundang murka.

Mencari yang halal itu fardhu.

" Wahai manusia! Makanlah dari makanan yang halal dan baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Sungguh syaitan itu musuh yang nyata bagimu."
( Surah Al-Baqarah: 168)

Penutup

Mbah saya ada berpesan, kalau mahu makanan yang dibuat itu sedap, bacalah surah Al-Kauthar. Yang tak sedap pun jadi sedap, dengan izin Allah jua. Berakhir di sini, selamat mencuba.

p/s: don't judge by it's appearance, actually rasanya sangat sedap.(merujuk kepada gambar yang kedua). Boleh tambah sedikit jus lemon (@ yang sama waktu dengannya) untuk menaikkan rasa cheesecake.

Wallahu'alam. ^_^

Monday, April 25, 2011

HI-MEGA 2011



Program Hi-MeGa sudah pun berakhir berlangsung selama 3 hari 2 malam, bermula hari Jumaat hingga Ahad. Tahun ini UIAM menjadi pilihan sebagai tuan rumah, lepas ni IPT mana pula yang jadi tuan rumah...

Antara slot yang dibentangkan:

1. 'Alim Mujahid
Penyampai: Prof. Madya Dr. Nik Mutasim

2. Mahasiswa Mukmin Cemerlang
Penyampai: Dr. Noraini Ismail

3. Future Job Prospect (asing bro n sis)
-Exhibition ikut bidang.
- Conduct by siswa siswi IPTA dan IPTS seluruh negara.

4. Forum Mahasiswa
" 'Alim Mujahid dan Dunia Globalisasi"
-Ahli panel:1. Mohamed Imran (BA Medic)
2. Zamri Tukiman (MA Edu)
3. Nurul Zakirah (PhD Usuluddin)
4. Nazihah Nawawi (MA Mechanical Engineering)

5. Akademik Dinamik
Penyampai: Dr. Azizan Ahmad

Tahun ni agak ramai peserta dari seluruh negeri, hampir mencecah 500 orang (termasuk urusetia dan fasilitator).

Yang pasti suatu kepuasan tergambar pada wajah adik-adik bakal mahasiswa dan kakak urusetia.

Langkah baru untuk adik-adik bakal mahasiswa baru bermula.

Jumpa lagi dalam Hi-MeGa tahun depan.


Wednesday, April 20, 2011

~Bedtime Story~


Saya melihat ke belakang, menilai kembali waktu yang telah saya lalui, usia telah saya habiskan, setahun yang lepas, beranjak ke 5 tahun yang lepas, 11 tahun yang lepas dan seterusnya..Banyak juga memoir-memoir yang menggamit, bila dikenang, saya rasa senang.

Saya mula mencari hikmah disebalik asuhan dan didikan yang mak abah terapkan, persoalan dahulu kala zaman kanak-kanak yang mengasak-asak, kenapa begini? kenapa begitu? kenapa tak boleh? kenapa mesti macam ni? kenapa kalau macam tu tak boleh?..akhirnya terjawab kini, hikmahnya baru terasa tatkala ini.

Kembali ke topik asal, bedtime story. Waktu kecil-kecil dulu, sebelum tidur, mak saya akan bercerita untuk kami adik- beradik, tapi yang setia mendengar hingga habis hanya saya dan adik perempuan saya, yang boys bawah-bawah semua terlentok sebelum cerita habis. Inilah bedtime story saya, narratornya ibu saya. Ketika saya ingin sangat mendengar cerita-cerita fairytale, cinderella dan sebagainya, mak saya membawa kisah ini bagi menggantikan fairytale cinderella.

Kisah yang ditulis oleh Juwaireyah J.L Simpson, berjudul "4 orang anak perempuan Yusuf". Pernah dengar? Kisah yang berlatar belakangkan zaman 'Abassiyah, melihat kepada latar tempat, seperti terletak di Sepanyol, Andalus dan kawasan sekitarnya.

4 orang anak perempuan Yusuf

Yusuf, seorang penjual susu yang sangat dihormati, disegani dan juga merupakan seorang yang sangat jujur di Pekan Masjid Merah (bukan tanah merah klantan ye), sifatnya yang rendah diri dan tawadhu' itu membuatkan dia disenangi oleh masyarakat setempat.
Yusuf punya 4 orang anak perempuan, yang sulung bernama Hannah, yang kedua bernama Amahl, yang ketiga bernama Laila dan puteri bongsunya bernama Safiyah. Keempat-empat puteri Yusuf, punya keperibadian yang baik, akhlak yang terpuji, cantik dan merupakan anak yang solehah.
Maka bertanyalah Fatimah (isteri Yusuf) kepada puteri sulungnya Hannah, "Hannah sayang, sekarang sudah sampai masanya untuk kamu membina keluarga, justeru ayah dan ibu amat senang sekali jika kamu mahu menerima Ahmed sebagai calon suami". Hannah diam membisu sambil bermain gelang kaki di kakinya. " Hannah, mengikut cerita ayahmu, Ahmed itu pemuda yang sangat rajin ke masjid, dan sangat dihormati kerana tinggi ilmunya. Menurutmu bagaimana, kamu setuju dengan pilihan ayah dan ibu?". Hannah dengan wajah yang sugul terus menangis teresak-esak sambil berkata, " Aku ingin membahagiakan ayah dan ibu, tapi aku tidak mahu bernikah dengan Ahmed, aku sudah punya pilihan sendiri". Fatimah diam seketika, hatinya terasa berat, " Kalau ibu bisa tahu, siapakah gerangan pilihanmu itu nak?". Dengan baki tangisan, Hannah mendongak melihat Fatimah, lantas dengan lambat-lambat dia menjawab, " Salim orangnya ibu, dia merupakan saudagar emas di pekan ini".
Pergilah Fatimah kepada puteri keduanya Amahl, pertanyaan yang sama di utarakan," Amahl sayang, ayah dan ibu lihat sudah saatnya untuk kamu juga turut membina keluarga, sudahkah kamu punyai calon pilihan?". Amahl senyum tersipu-sipu, Fatimah meneruskan bicara," Amahl, kenalkah kamu dengan 'Ali, menurut ayahmu 'Ali punyai suara yang merdu tatkala melaungkan azan, dan dia juga merupakan seorang hafiz quran, ayah dan ibu amat berharap agar kamu memilihnya. Bagaimana nak, apa kamu setuju dengan pilihan ibu dan ayah?". Dengan kerutan di dahi, Amahl membalas," Adakah 'Ali, bilal Masjid Merah yang ibu maksudkan? 'Ali yang berkulit gelap itukah ibu?". Dengan nada tenang dan ceria, Fatimah menjawab," Ya, 'Ali yang merupakan bilal dan yang berkulit gelap itu nak". Dengan wajah yang sugul, Amahl terus memalingkan wajahnya ke jendela." Ibu, sesungguhnya aku telah memilih Jamal, dia merupakan pemuda paling tampan dan kacak di pekan ini bu..aku sungguh tertarik dengannya dan dia pun punya perasaan yang sama padaku. Ibu, aku tidak akan memilih selain dia..",rintih Amahl lirih.
Dengan rasa hati yang berat dan perasaan sedih yang bertindih, Fatimah pergi menemui suaminya, mengkhabarkan tentang pilihan hati kedua-dua puterinya." Wahai Yusuf, bapa kepada kedua-dua puteriku Hannah dan Amahl, sesungguhnya terselit sedikit kekecewaan di hatiku akan pilihan anak-anakku, tapi .................

~Akan bersambung~

Moral of the story

Bila pandangan dunia mengabui mata, bila iman tidak menjadi neraca tanda, bila hati diturut kata..silalah buat apa yang disuka, nanti engkau akan mendapat murka..



p/s: testing 3x...try ubah paradigma penulisan, sudah lama pena tidak diasah.
Maaf cerita tergantung, kalau ada request saya sambung, moga anda tidak jemu berkunjung..

Istimewa untuk sahabat saya yang dalam dilema ^_^

Wallahu'alam.

Monday, April 18, 2011

INTERNATIONAL SEMINAR ON PEACE AND HUMANITARIAN AID FOR GAZA 2011

ASSALAMUALAIKUM


WE INVITE YOU TO

INTERNATIONAL SEMINAR ON
PEACE AND HUMANITARIAN AIDS FOR GAZA 2011

"ENDING THE SIEGE, SHARING THE TRUE EXPERIENCE"



DO JOIN US ON:


23rd APRIL 2011, SATURDAY
CULTURAL ACTIVITY CENTER (CAC),
INTERNATIONAL ISLAMIC UNIVERSITY MALAYSIA (IIUM),



SPEAKERS:

HUSEYIN ORUC,
MALAYSIAN MEMBERS OF PARLIAMENT,
NGO'S REPRESENTATIVES,
RELIGIOUS SOCIETIES' REPRESENTATIVES.
Email Us : info@lifelineforgaza.com
Organized by LifelineforGaza.org

Co-organized by Haluan Palestin, Yayasan Belia Malaysia andJournalism Club IIUM.